Direktur P2NOT Apresiasi Balai Rehabilitasi Adhyaksa

Balai Rehablitiasi Kejari Sumenep ini khusus Korban Narkotika

Zamrud Khan bersama sejumlah jurnalis
67 Views

Radarsumenep.com- Lembaga Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang (P2NOT) mengapresiasi pihak Kejaksaan atas langkah dan terobosannya dalam membina dan mendidik para pemakai dan pecandu Narkoba lewat Gedung Rehabilitasi Adhyaksa, yang dibuka secara simbolis dan serentak oleh Menkopolhukam RI pada Jum’at, 01 Juli 2022.

Hal tersebut, disampaikan oleh Ketua harian P2NOT, Zamrud Khan kepada sejumlah awak media saat dikonfirmasi terkait Louncing Gedung Rehabilitasi Adhyaksa sebanyak 10 Wilayah hukum Kejati atau 34 Wilkum Kejari Negeri serentak secara nasional (Virtual) pada hari yang sama.

Zamrud Khan mengatakan, bahwa para pemakai dan pecandu Narkoba tersebut sejatinya adalah korban dari kebejatan para pengedar dan mafia barang haram tersebut dan selayaknya mendapatkan pembinaan oleh pemerintah.
“Jadi, apa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan jajarannya di tingkat bawah itu merupakan tindakan yang Humanis, karena bagi para pemakai dan pecandu narkoba tidak selalu dihukum atau dipenjara,” katanya pada Jum’at, 01 Juli 2022.

“Namun, kejaksaan dalam hal ini lebih menerapkan adanya ruang Restorasi Justice, Sehingga semua korban dapat direhabilitasi dan dibina termasuk juga mengurangi beban negara yang selama ini sudah over kapasitas,” imbuhnya.

Menurutnya, Kejaksaan hadir dengan terobosan seperti ini(Balai rehabilitasi Adhyaksa) dengan maksud dan tujuan bahwa dalam kasus Narkoba ini tidak selamanya dilanjutkan ketingkat diatasnya yaitu Pengadilan. Meskipun, dalam hal pidana itu berada di pihak kepolisian.
“Dalam hal ini Kejaksaan mempunyai hak dalam hal Restorasi Justice-nya. Nah, ruang itulah yang kami nilai lebih bersifat humanis, sehingga masyarakat yang menjadi korban narkoba ini direhabilitasi yang dibiayai oleh negara, dan manfaatnya ketika sudah keluar dari Balai Rehabilitasi itu masyarakat (korban narkoba,red) itu tidak kembali lagi,”

Menurut Zamrud, dengan proses Rehabilitasi tersebut cara berpikirnya jauh lebih sehat tidak seperti orang yang mengalami tindakan hukum sampai di tingkat putusan pengadilan, yang justru kadang kala akan tambah menjadi-jadi.

Dia pertegas, Bahwa Restorasi Justice tersebut peruntukannya untuk para korban bukan para pengedar ataupun pengecer. Karena, dalam kasus narkoba tidak harus selamanya masuk dalam kasus pemidanaan atau korban hukum. Nah di sini Kejaksaan hadir agar para korban narkoba ini dapat dibina melalui gedung rehabilitasi.

Ditanya Bagaimana cara membedakan bahwa seseorang tersebut masuk kategori pemakai atau pengedar terhadap barang haram narkoba zamrud menuturkan bahwa,” Nantinya penyidik di kejaksaan yang akan menilai Apakah hal tersebut masuk kepada kategori korban atau malah pelaku kejahatan barang haram narkoba.” pungkasnya.

Ketua Harian P2NOT juga menilai, Kejaksaan mempunyai wewenang dan hak penuh setelah berkas tersebut dilimpahkan dari pihak kepolisian, yang artinya hal tersebut digunakan bersifat humanis, dan efektif. (Zn/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.