Kisah Pilu Warga Sumenep, 2 Kali Gagal Berangkat Haji

Amtan Calon jamaah haji asal Sumenep/Istimewa.
223 Views

Radarsumenep.com- Wajah lesu dan malu begitu jelas terpancar dari raut muka Pak Atman Bin Pakirin karena tiba-tiba dirinya dinyatakan gagal berangkat haji tahun ini bersama rombongan Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Sumenep lainnya.

Atman diketahui merupakan warga Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Sumenep sungguh tak menyangka akan gagal naik haji. Padahal dirinya bersama keluarga sudah terlanjur melakukan selamatan yang melibatkan tetangga dan sanak family. Kepada wartawan, dirinya mengaku sangat malu dengan aturan baru yang menerapkan pembatasan usia.

“Tentu perasaan saya yang menusuk kalau saya digagalkan ini sangat malu dan tidak bisa ditebus dengan uang satu miliar,” kata Atman dilansir Radarsumenep.com dari portal Tribun. Ahad 26 Juni 2022.

Sungguh rasa malu karena gagal naik haji ke Baitullah itu, lanjut Atman tak bisa ditukar dengan uang. Kekecewaan yang begitu mendalam ia rasakan setelah niat menunaikan rukun islam kelima itu sulit diterima. Dia mengisahkan bagaimana dirinya bersusah payah mendaftarkan diri di Kantor Kemenag Sumenep beberapa tahun silam dan kemudian dijadwalkan berangkat tahun 2020 harus gagal dengan alasan pandemi covid-19.

Setelah tahun 2020 gagal berangkat karena masih pandemic, pihaknya bisa berharap berangkat tahun ini. Namun lagi-lagi harapan itu musnah berganti rasa kecewa dan malu yang tak terkira.

Atman menceritakan, alasan tak bisa berangkat haji tahun ini bukan karena Covid-19 seperti tahun sebelumnya, tapi konon karena adanya aturan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mengeluarkan kebijakan baru, yakni pembatasan usia calon jemaah haji diatas 65 tahun terpaksa ditunda.

Dirinya sangat kecewa dengan peraturan baru karena menyebabkan dirinya gagal berangkat lagi ke tanah suci.

Diceritakan Atman, dirinya dinyatakan gagal berangkat menunaikan ibadah haji lagi, justru setelah mengikuti manasik haji di di kantor Kementerian Agama Sumenep.

“Manasik di Depag kemaren itu digagalkan langsung, sudah selesai manasik saya di panggil. Manasik dulu setelah banyak jemaah keluar saya diminta masuk ke ruangan,” beber Atman. [rsc/trbn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.